Hembusan
angin pagi ini mampu membuat seluruh tubuh ku menggigil, kueratkan jaket yang
kukenakan. Lembar demi lembar daun berjatuhan, bukan hanya dedaunan yang mampu
dibuatnya terbang tak beraturan tapi juga helaian rambut ku juga mampu terbang
kesana kemari.
Aku
rasa akan turun hujan, kulangkahkan cepat kaki ini menuju halte bus. Jujur
selama aku hidup ada beberapa hal yang sangat aku benci dan salah satunya
adalah hujan. Ada banyak orang yang sangat menyukai hujan tapi tidak dengan ku.
Tapi saat hujan turun ada banyak harapan dan do’a yang ingin ku sampaikan. Ku
tengadahkan kepala ku, merasakan tetesan air yang turun dan hembusan angin.
Pria
itu, aku bertemu dengannya lagi. Aku berharap dia tidak melihat ku, sungguh
sangat memalukan jika dia melihat ku dengan keadaan yang sangat menyedihkan.
Memory ku kembali mengingatkan ku pada saat pertama kali dia meminta ku untuk
menjadi kekasihnya. Aneh memang, bahkan sebelumnya kita tidak saling kenal dan tiba
– tiba dia meminta ku untuk menjadi kekasihnya. Dan saat itu juga aku dengan
wajah polos dan bodoh dengan begitu saja mau menjadi kekasihnya tanpa berfikir
terlebih dahulu.
Hari
pertama saat kita menjadi sepasang kekasih memang terlihat sedikit kaku karna
saat itu kita juga baru kenal. Hari terus berlalu sampai aku merasa bahwa dia
sedang memanfaat ku, terkadang saat kita bertemu dikampus dia terlihat sangat
dingin bahkan saat kita sedang bersama dia terlihat sangat tidak senang jika
aku ada disampingnya. Tapi saat gadis itu berjalan di depan kami, sikapnya berubah
dia sangat perhatian dan juga sangat manis.
Aku
tak tahu apa mereka memiliki hubungan sebelumnya tapi yang aku tahu, sikap pria
itu saat bersama ku dan saat ada gadis itu seolah – olah ingin membuat gadis
itu cemburu. Tapi biarlah toh itu juga tidak ada hubungannya dengan ku.
dua
bulan lebih aku menjalin hubungan dengannya. Hari ini hujan turun dengan sangat
derasnya, kenapa hujan datang disaat waktu yang tidak tepat. Aku putuskan untuk
menemui pria itu, aku ingin minta tolong padanya untuk mengatarkan ku pulang.
Tapi dia bilang dia tidak bisa karena masih ada banyak tugas yang harus
dikerjakannya.
Mungkin
hari ini bukan hari keberuntungan ku. Bukankah itu wanita yang selalu menarik
perhatian pria itu, sepertinya mobilnya mogok. Aku menghampirinya, ternyata
benar mobilnya sedang bermasalah. Saat aku menghampirinya tadi dia mengajak ku
untuk datang ke pestanya nanti malam.
Kini
aku sudah berada di halaman depan pesta itu, aku mengenakan dress selutut
berwarna putih tulang, dan rambut ku, aku biarkan terurai. Ku beranikan diriku
untuk memasuki taman tempat pesta itu digelar, tapi tunggu dulu aku tidak
datang sendiri aku ditemani oleh sahabat ku. Jujur, awalnya aku menolak untuk
menghadiri acara itu. Karena aku kurang begitu menyukai keramaian, tapi sahabat
ku memaksa ku untuk menghadiri acara itu.
Dan
sekarang aku sudah berada di tempat itu, banyak pasang mata yang menatap ku
heran. Dan ada juga yang hampir tidak mengenali ku, aku rasa dandanan ku tidak
terlalu berlebihan tapi kenapa mereka idak mengenali ku. Baiklah aku akui bahwa
saat dikampus aku tidak pernah berdandan. Mungkin karena kebiasaan ku sebagai
seorang perempuan yang buruk itulah yang membuat mereka tidak mengenali
perubahan ku saat ini.
Ku
edarkan kedua pasang mata ku ke seluruh penjuru tempat pesta ini digelar, tapi
aku tidak menemukan pria itu,hmmmm ku hembuskan nafas berat ku. Aku putuskan
untuk pergi menuju taman belakang, aku dengar disana adaaa kolam kecil.
Saat
perjalan menuju kolam itu, tanpa sengaja aku melihat pria itu. Dia sedang berdiri
dan sesekali melirik jam yang bertengger sempurna ditangannya, aku rasa dia
sedang menunggu seseorang.
Aku
menghampirinya, tapi baru beberapa langkah aku berjalan. Aku melihat wanita itu
sudah lebih dulu menghampiri kekasih ku, aku batalkan niat ku untuk
menghampirinya. Dan menit berikutnya mereka sudah dalam percakapan yang menurut
ku sangat sakit jika terus aku dengarkan.
Jadi
benar dugaan ku selama ini, pria itu menjadikan ku sebagai kekasihnya hanya
untuk membuat wanita itu cemburu. Aku memang gadis polos dan saking polosnya
aku terlihat sangat bodoh. Tak kuat untuk mendengarnya lagi, aku pergi
meninggalkan mereka. Tapi saat aku akan pergi meninggalkan mereka, aku menabrak
seseorang dan saat itu juga dia langsung memeluk ku. Aku tidak tahu siapa dia
tapi yang jelas saat ini aku sangat membutuhkan pelukannya untuk menyembunyikan
suara tangis ku ini.
Dan
semenjak kejadian malam itu, aku memutuskan untuk melepasnya dan sejak saat itu
juga aku merubah diri ku. Aku bukan gadis polos yang dengan sangat mudah bisa
di bodohi oleh pria itu lagi mungkin bukan hanya dia tapi pria manapun lagi.
Oh,
ayolah Han Eun Joon jangan tunjukkan wajah bodoh mu di hadapannya. Ku
langkahkan kaki ku untuk pergi meninggalkan halte bus itu, aku sudah tidak
peduli dengan keadaan ku yang sudah basah kuyup, yang aku pedulikan saat ini
hanya pergi menjauh dari laki – laki brengsek itu. Tapi aku rasa ada seseorang yang mengikuti ku, aku
percpat langkah ku, tapi sial orang itu sekarang sudah menyamai langkah ku, aku
putuskaan untuk berhenti dan membalik tubuh ku untuk melihat siapa orang
mengikuti ku.
Oh
god, ternyata yang mengikuti ku laki – laki brengsek itu. Kini aku sudah di
tepi jalanan, aku menunggunya untuk mengawali percakapan kami, tapi aku rasa
dia terlalu gugup untuk memulainya.
“ apa yang sedang
kau lakukan?”
“tidak ada”
“maksud ku, kenapa
kau mengikuti ku?”
“aku hanya ingin
mengatakn sesuatu hal padamu”
“ aku rasa sudah
tidak ada lagi yang perlu dibicirakan” aku pergi meninggalkannya, tapi
tangannya mencegah ku untuk pergi.
“aku tahu saat itu
aku salah, dan aku ingin meminta maaf pada mu.”
“tidak ada yang
perlu dimaafkan, aku rasa”
“aku mohon tolong
jangan bersikap seperti ini padaku”
“yang membuat ku
seperti ini itu kau, jadi jangan salahkan aku jika aku bersikap lebih dingin
padamu. Maaf aku tidak ada waktu lgi, aku harus pergi” tangannya mencengkram
tangan ku kuat.
“aku tidak akan
melepaskan mu jika kau tetap seperti ini.”
“aku mohon tolong
lepaskan tangan ku, apa kau tahu cengkraman mu itu sangat sakit” jawab ku sinis.
Tapi dia tidak memperdulikan ku dan mencengkram tangan ku lebih erat lagi,
baiklah aku menyerah.
“apa yang kau
inginkan” tanya ku
“yang aku inginkan
kau memaafkan ku, dan...... sebaiknya kita bicarakan di coffee shop itu”
“tidak perlu,
disini saja”
“kau terlihat
sangat pucat dan kedinginan, lebih baik kita bicarakan disana saja”
“aku bilang tidak
perlu” berontak ku
“turuti keinginan
ku atau akan kucium kau saat ini juga.” ancamnya
“baiklah” jawabku
dingin. Percuma saja aku memberontak dan bersilat lidah dengannya karena
nantinya aku juga yang akan kalah.
Kini aku dan laki – laki itu
sudah berada di coffe shop, dia pergi untuk memesan coffee. Tak ku pedulikan
laki – laki brengsek itu, yang aku pedulikan saat ini bagaimana caranya agar
aku bisa pergi dari sini.
“ini, minumlah” dia
memberiku satu gelas coffee.
“cpatlah, aku tidak
punya banyak waktu.”
“baiklah, maaf dulu
saat aku memintamu untuk menjadi kekasih ku sebenarnya saat itu... aku
ingin...”
“aku sudah tahu,
jadi tak perlu kau katakan. Apa hanya itu, aku akan pergi”
“tidak, tunggu
dulu. Ada yang ingin aku katakan lagi. Apa kita bisa seperti dulu dan memulai
semuanya dari awal lagi?”
Apa dia sudah gila, dia meminta
ku untuk kembali bersamanya. Dan memulai semua dari awal, luka yang dia
goreskan dihati ku masih belum kering dan sembuh tapi sekarang dia ingin aku
bersamanya lagi. Jika dulu aku akan mengatakan iya dan tanpa berfikir dulu,
tapi tidak dengan sekarang. Aku bukanlah wanita bodoh seperti dulu lagi.
“maaf, aku rasa aku
tidak bisa.”
“aku mohon, tolong....”
“aku tidak bisa,
aku pergi” kulangkahkan kaki ku cepat, sebelum dia berhasil mengejarku.
Mungkin
memang seperti ini kisah cinta ku, aku tidak akan pernah bisa menggantikan
pesona kyuhyun dengan orang lain. Bahkan pesona donghae yang saat itu menolong
ku saat aku menangis masih belum bisa mengalahkan pesona kyuhyun. Tapi aku juga
tidak bisa untuk bersamanya lagi, luka yang dia buat masih belum sembuh, tapi
sekarang dia meminta ku untuk kembali. Dan aku tidak akan terjerumus dalam
lubang yang sama, aku tidak akan membiarkannya menabur garam dalam luka ku yang
masih belum sembuh ini.
FIN
Maaf jelek, maklum masih pemula ^_^
Sarannya dong... ^_^



