Kamis, 09 Oktober 2014

Happiness



Dulu aku sangat berharap bahwa kelak kau akan menjawab semua rasa ku ini. Tapi, kini aku tidak perlu mengharapkan itu semua lagi. Karena semua telah terjawab, kau lebih memilih dia dari pada aku. Terima kasih atas segalanya, atas semua yang kau berikan pada ku. kini penantian yang panjang, mendapatkan sebuah jawaban yang sangat menyakitkan. Kau tak perlu mengkahwatirkan ku, aku akan baik – baik saja, dan perlahan – lahan aku akan mencoba untuk melupakan mu, melupakan rasa ini pada mu.
~~~
            Pagi ini, tidak seperti pagi sebelumnya.  Biasanya aku akan semangat untuk bangun pagi, tapi sekarang rasanya hanya sekedar membuka mata terasa sangat berat, apalagi untuk bangun dari tempat tidur ini. Mungkin aku akan pingsan, ok aku mulai berlebihan. Tapi, sungguh tubuh ku terasa sangat berat.
            Memori ku kembali mengingat kejadian kemarin. Saat aku tengah menunggu jawaban dari seseorang yang sangat aku sayangi, aku mengira dia juga memiliki rasa yang sama dengan ku. karena perhatiannya terhadap ku, tapi ternata aku salah, dia hanya memanfaatkan aku utuk membuat orang yang dia sukai cemburu. Aku tidak menyalahkannya,aku juga tidak marah padanya,  hanya saja aku merasa kecewa dengannya. Kenapa dia tidak bicara jujur pada ku, aku kira perhatian yang dia tunjukkan pada ku selama ini karena dia memang menyukai ku.
            Seorang gadis cantik tengah menunggu seseorang, seseorang yang sangat dia sukai. Sudah 20 menit dia menunggu tapi sang pria tak kunjung datang. hingga beberapa menit kemudian sesorang menyapanya.
“sudah menunggu lama?”
“selalu seperti ini, tidak bisakah kau datang lebih cepat. Kau tahu, aku sudah menunggu mu sekitar 20 menit. Aku hampir mati karena bosan!”
“berlebihan sekali kau, tadi aku harus bertemu dengan seseorang.”
“siapa?”
“seseorang yang sangat special, apa kau mau mendengar cerita ku?”
            Bagai disambar petir, apa dia baru saja mengatakan bahwa dia menemui seseorang yang special. Apa mungkin kekasihnya, aku tidak tahu yang jelas saat ini aku sangat penasaran. Sebenarnya siapa seeorang yang dia katakn sangat spesial tadi.
“cih, special? Apa benar? Memang siapa dia?”
“aku tidak tahu harus memulai cerita ku dari mana, tapi wanita ini sangat special...” getaran ponselnya membuatnya menghentikan perkataaanya.
“tunggu sebentar”
“anyeong, chaeri-ah...”
“....”
“kau sudah berada di depan,  baiklah. Kau masuk saja”
“chaeri eonni? Bukankah dia mantan kekasih mu?” tanya ku, dia hanya tersenyum.
“aku rasa, aku tidak perlu menceritakannya lagi. Karwna sebentar lagi kau akan mengetahuinya.”
            Apa yang dia maksud, apa dia baru saja mengatakan kalau dia....
“anyeong..” terdengar suara lain dari belakang gadis itu.
“chaeri-ah. Duduk lah”
“terima kasih kyuhyun oppa”
“taeyang-ah, apa kau melamun. Ya! Aku rasa kau sudah mengenal han chaeri bukan?”
“mwo..., ne. Kau chaeri eonni, kau mantan kekasih kyuhyun bukan?”
“ne, sekarang kita sudah berbaikan lagi.”
            Seketika aku lemas, hancur sudah hati ku. saat mengetahui bahwa mereka sudah berbaikan, itu artinya mereka kembali bersama lagi.
“aku rasa, tadi kau bilang ingin mengatakan sesuatu pada ku? apa itu?”
“ah, tidak.... Lain kai saja, aku harus segera pergi. Aku sudah berjanji pada jinwook oppa untuk menemuinya hari ini. Anyeong...”
“tunggu, jinwook? Kenapa kau menemuinya? Aku akan menemani mu.”
“tidak, aku harus menemuinya sendiri. Bye~”
            Aku meninggalkanmereka, sebenarnya tadi aku hanya berbohong pada mereka. Bahwa aku akan menemui jinwook,  itu hanya alasan ku agar aku bisa menjauh dari mereka.  Sungguh, aku tak kuasa menahan air mataku lagi, yang ada dipikiran ku saat ini hanya menjauh dari mereka. Aku putuskan untuk pergi ke sungai Han, aku tahu kyuhyun tidak pernah mengijinkan ku untuk pergi menemui jinwook aku tidak tahu apa alasannya yang jelas dia sangat melarang ku untuk menemui jinwook.
            Tetes demi tetes air mata mulai berjatuhan, meratapi kehidupan cinta begitu menyesakan. Menyesali semua kajadian yang pernah dilalui bersamanya. Walau malam sudah menyapa, dan dinginnya udara sudah menyelimuti tubuhnya, tapi tidak ada niat dari gadis itu untuk beranjak dari duduknya. Hingga getaran ponsel miliknya menyadarkannya dari lamunan.
“ya?...”
“.....”
“aku sudah akan pulang, saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju rumah.”
“.....”
“tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Jangan khawatirkan aku.”
“.....”
“baiklah,  bye..”
            Tak ada yang perlu disesali dari kisahnya, tak ada yang perlu disalahkan dari kisahnya. Andai saja gadis itu tidak terlalu berlebihan menanggapi segala perhatian yang diberikan sang pria kepadanya, mungkin tidak akan seperti ini rasa sakit yang dirasakannya.
“bodoh, kenapa aku mengingat kejadian kemarin. Sudahlah, kyuhyun sudah menemukan kebahagiaannya. Sekarang kau harus bahagia atas kebahagiaannya.” Omel ku pada diri sendiri.
            Bukankah banyak yang mengatakan bahwa cinta tak perlu sebuah jawaban, asalkan orang yang kita cintai bahagia maka kita juga merasa bahagia. Cukup aku sendiri saja yang merasakan cinta dalam diam ini. Walaupun sebenarnya semua itu bohong. Cinta membutuhkan sebuah jawaban, tidak ada orang yang bahagia jika orang yang dicintai bahagia bersama orang lain bukan bersamanya.
“yeoboseo...”
“.....”
“ne eomma, aku akan ikut bersama kalian ke london.”
“.....”
“aku akan melanjutkan study ku disana, dan aku akan segera mengurus semua keperluan kepindahan ku.”
“.....”
“entahlah, mungkin 2 minggu lagi aku akan berangkat ke london.”
“.....”
“hmmm, secepatnya aku akan mengabari Ibu. Jika semua keperluanku sudah terselesaikan.”
“.....”
“aku juga merindukan kalian”
“haruskah aku memberi tahu kyuhyun jika aku akan pindah ke London dan melanjutkan kuliah ku disana. Memikirkannya membuat ku pusing, sebaiknya aku menemui hyerim saja.” Ucap ku sendiri.
            Kulangkahkan kaki ku menuju rumah hyerim, aku sengaja tidak menghubunginya lebih dulu, karena aku yakin jika aku menghubunginya lebih dulu dia akan menyuruh ku untuk membelikan sesuatu. Bukan aku tidak mau membelikannya, hanya saja saat ini aku sedang ingin berhemat.
            Kini sampailah langkah kaki ku ini didepan pintu rumah gadis itu.
“yeobosseo...”
“.....”
“aku didepan rumah mu sekarang, cepat bukakan pintunya. Disini sangat dingin” pintah ku pada pemilik rumah.
“.....” selang beberapa detik, akhirnya pintu itu terbuka.
“lama sekali” kesal ku
“ya..!!! sebenarnya yang bertamu disini siapa? Kenapa kau marah – marah. Dasar kau...!!”
“mianheyo. Hyerim-ah, aku ingin membicarakan sesuatu pada mu”
“mwo? Apakah itu sesuatu yang sangat penting?”
“hemm, aku akan pindah ke london. Orang tua ku meminta ku untuk tinggal bersama mereka. Dan mungkin 2 minggu lagi aku akan berangkat”
“secepat itu, kenapa kau baru memberitahu ku. bagaiman dengan cho kyuhyun? Apa kau sudah memberi tahunya?”
“belum, mungkin aku tidak akan memberi tahunya. Aku harus pulang, hanya itu yang ingin aku sampaikan.”
“kenapa terburu – buru? Bersantailah disini dulu, aku akan mengambilkan minum untuk mu. Duduklah”
“kau aneh sekali, tidak biasanya kau mau repot – repot mengambilkan ku minum.”
“terserah kau saja, kau mau aku ambilkan minum atau tidak?”
“karena kau memaksa, baiklah.”
“aish, dasar kau!”
            Hingga beberapa menit menunggu, aku tidak menemukan batang hidung hyerim. Apa yang terjadi padanya, benarkah dia ingin mengambilkan ku minuman, atau dia sedang pingsan didalam sana. Akhrinya aku putuskan untuk mengahampirinya di dapur. Baru beberapa langkah aku berjalan, aku merasakan sesorang sedang memeluk ku dari belakang.
“si...si..apa kau?”
“baru beberapa jam kau meninggalkan ku, kau sudah lupa siapa aku” deg, suara itu. Cho kyuhyun, ya dia cho kyuhyun yang sedang memeluk ku.
“huffttt, kau mengagetkan ku saja. Sedang apa kau disini? Dan, sejak kapan kau berada disini?”
“aku? Tentu saja mengunjungi rumah sepupu ku, dan aku disini sudah sejak 2 jam yang lalu”
“sepupu? Tapi aku tidak pernah melihat mu kemari, dan bukankah kau sedang bersama mantan kekasih mu tadi, bukan maksud ku kekasih mu”
“yap, tadi aku sedang bersamanya. Tapi, saat kau pulang aku juga pulang bersamanya. Kekasih? Dia bukan kekasih ku, kita memang sudah berbaikan tapi kita tidak menjalin hubungan kembali. Benarkah kau aka pindah ke london?”
“kyu bisakah kau melepas pelukan mu ini? Aku lelah harus terus berdiri, dan dimana hyerim?”
“tidak, sebelum kau menjwab pertanyaan ku”
“kau datang lebih dulu dari pada aku, dan aku yakin kau pasti sudah mendengar semua cerita ku. jadi, untuk apa aku menjawab pertanyaan yang kau sendiri pu sudah mengetahui jawabannya. Sekarang lepaskan aku!”
“baiklah, aku kalah.”
            Saat ini aku dan dia sedang duduk bersama di ruang tamu, tapi anehnya aku merasa sangat canggung hanya untuk sekedar menanyakan apa yang terjadi antara dia dan mantan kekasihnya itu.
Saat aku melihat ke arahnya, ternata dia sedang melihat ku.
“apa yang kau lihat?”
“tidak ada”
“bolehkah aku bertanya pada mu?”
“kau ingin bertanya apa? Apa tentang hubungan ku dan chaeri?”
            Bagaimana dia bisa mengetahui apa yang ingin aku tanyakan. Kali ini aku bungkam, aku tidak berani menjawabnya.
“aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, dia menyadarkan ku.  karena, yang aku cintai bukanlah dia. Dia bilang bahwa, cinta ku padanya hanyalah sebuah obsesi. Dan kini aku juga menyadarinya.”
“lalu?”
“apa?”
“siapa yang kau cintai?”
“bagaimana kalau aku mencintai orang yang sedang berada didepan ku ini?”
“jangan bergurau!”
“tidak, aku sedang tidak bergurau. Aku serius!”
“hahahahaha, kau membuat ku ingin tertawa”
“gadis ini! Apa kau akan tetap pindahke london?”
“yap, wae?”
“tidak isakah kau batalkan saja kepindahan mu itu?”
“tidak, sebelum kau meminta izin pada orang tua ku untuk selalu menjaga ku!”
“baiklah, aku akan pergi ke London untuk meminta izin pada orang tuamu untuk menjaga mu, bukan hanya itu tapi juga untuk menikahi mu. Bagaimana?”
“yak!!! Dasar gila, aku masih ingin melanjutkan study ku”
            Dan pembicaraan malam itu berlanjut hingga sang pemilik rumah mengusir kami, karena pertengkaran kami. Kini penantian ku mendapat sebuah jawaban, walaupun aku mendaptkannya terlambat.

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar