Dulu aku sangat berharap bahwa kelak kau akan
menjawab semua rasa ku ini. Tapi, kini aku tidak perlu mengharapkan itu semua
lagi. Karena semua telah terjawab, kau lebih memilih dia dari pada aku. Terima
kasih atas segalanya, atas semua yang kau berikan pada ku. kini penantian yang
panjang, mendapatkan sebuah jawaban yang sangat menyakitkan. Kau tak perlu
mengkahwatirkan ku, aku akan baik – baik saja, dan perlahan – lahan aku akan
mencoba untuk melupakan mu, melupakan rasa ini pada mu.
~~~
Pagi
ini, tidak seperti pagi sebelumnya.
Biasanya aku akan semangat untuk bangun pagi, tapi sekarang rasanya
hanya sekedar membuka mata terasa sangat berat, apalagi untuk bangun dari
tempat tidur ini. Mungkin aku akan pingsan, ok aku mulai berlebihan. Tapi,
sungguh tubuh ku terasa sangat berat.
Memori
ku kembali mengingat kejadian kemarin. Saat aku tengah menunggu jawaban dari
seseorang yang sangat aku sayangi, aku mengira dia juga memiliki rasa yang sama
dengan ku. karena perhatiannya terhadap ku, tapi ternata aku salah, dia hanya
memanfaatkan aku utuk membuat orang yang dia sukai cemburu. Aku tidak
menyalahkannya,aku juga tidak marah padanya,
hanya saja aku merasa kecewa dengannya. Kenapa dia tidak bicara jujur
pada ku, aku kira perhatian yang dia tunjukkan pada ku selama ini karena dia
memang menyukai ku.
Seorang
gadis cantik tengah menunggu seseorang, seseorang yang sangat dia sukai. Sudah
20 menit dia menunggu tapi sang pria tak kunjung datang. hingga beberapa menit
kemudian sesorang menyapanya.
“sudah menunggu lama?”
“selalu seperti ini, tidak bisakah kau datang lebih
cepat. Kau tahu, aku sudah menunggu mu sekitar 20 menit. Aku hampir mati karena
bosan!”
“berlebihan sekali kau, tadi aku harus bertemu
dengan seseorang.”
“siapa?”
“seseorang yang sangat special, apa kau mau
mendengar cerita ku?”
Bagai
disambar petir, apa dia baru saja mengatakan bahwa dia menemui seseorang yang
special. Apa mungkin kekasihnya, aku tidak tahu yang jelas saat ini aku sangat
penasaran. Sebenarnya siapa seeorang yang dia katakn sangat spesial tadi.
“cih, special? Apa benar? Memang siapa dia?”
“aku tidak tahu harus memulai cerita ku dari mana,
tapi wanita ini sangat special...” getaran ponselnya membuatnya menghentikan
perkataaanya.
“tunggu sebentar”
“anyeong, chaeri-ah...”
“....”
“kau sudah berada di depan, baiklah. Kau masuk saja”
“chaeri eonni? Bukankah dia mantan kekasih mu?”
tanya ku, dia hanya tersenyum.
“aku rasa, aku tidak perlu menceritakannya lagi.
Karwna sebentar lagi kau akan mengetahuinya.”
Apa
yang dia maksud, apa dia baru saja mengatakan kalau dia....
“anyeong..” terdengar suara lain dari belakang gadis
itu.
“chaeri-ah. Duduk lah”
“terima kasih kyuhyun oppa”
“taeyang-ah, apa kau melamun. Ya! Aku rasa kau sudah
mengenal han chaeri bukan?”
“mwo..., ne. Kau chaeri eonni, kau mantan kekasih
kyuhyun bukan?”
“ne, sekarang kita sudah berbaikan lagi.”
Seketika
aku lemas, hancur sudah hati ku. saat mengetahui bahwa mereka sudah berbaikan,
itu artinya mereka kembali bersama lagi.
“aku rasa, tadi kau bilang ingin mengatakan sesuatu pada
ku? apa itu?”
“ah, tidak.... Lain kai saja, aku harus segera
pergi. Aku sudah berjanji pada jinwook oppa untuk menemuinya hari ini.
Anyeong...”
“tunggu, jinwook? Kenapa kau menemuinya? Aku akan
menemani mu.”
“tidak, aku harus menemuinya sendiri. Bye~”
Aku
meninggalkanmereka, sebenarnya tadi aku hanya berbohong pada mereka. Bahwa aku
akan menemui jinwook, itu hanya alasan
ku agar aku bisa menjauh dari mereka.
Sungguh, aku tak kuasa menahan air mataku lagi, yang ada dipikiran ku
saat ini hanya menjauh dari mereka. Aku putuskan untuk pergi ke sungai Han, aku
tahu kyuhyun tidak pernah mengijinkan ku untuk pergi menemui jinwook aku tidak
tahu apa alasannya yang jelas dia sangat melarang ku untuk menemui jinwook.
Tetes
demi tetes air mata mulai berjatuhan, meratapi kehidupan cinta begitu
menyesakan. Menyesali semua kajadian yang pernah dilalui bersamanya. Walau
malam sudah menyapa, dan dinginnya udara sudah menyelimuti tubuhnya, tapi tidak
ada niat dari gadis itu untuk beranjak dari duduknya. Hingga getaran ponsel
miliknya menyadarkannya dari lamunan.
“ya?...”
“.....”
“aku sudah akan pulang, saat ini aku sedang dalam
perjalanan menuju rumah.”
“.....”
“tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Jangan
khawatirkan aku.”
“.....”
“baiklah,
bye..”
Tak
ada yang perlu disesali dari kisahnya, tak ada yang perlu disalahkan dari
kisahnya. Andai saja gadis itu tidak terlalu berlebihan menanggapi segala
perhatian yang diberikan sang pria kepadanya, mungkin tidak akan seperti ini
rasa sakit yang dirasakannya.
“bodoh, kenapa aku mengingat kejadian kemarin.
Sudahlah, kyuhyun sudah menemukan kebahagiaannya. Sekarang kau harus bahagia
atas kebahagiaannya.” Omel ku pada diri sendiri.
Bukankah
banyak yang mengatakan bahwa cinta tak perlu sebuah jawaban, asalkan orang yang
kita cintai bahagia maka kita juga merasa bahagia. Cukup aku sendiri saja yang
merasakan cinta dalam diam ini. Walaupun sebenarnya semua itu bohong. Cinta
membutuhkan sebuah jawaban, tidak ada orang yang bahagia jika orang yang
dicintai bahagia bersama orang lain bukan bersamanya.
“yeoboseo...”
“.....”
“ne eomma, aku akan ikut bersama kalian ke london.”
“.....”
“aku akan melanjutkan study ku disana, dan aku akan
segera mengurus semua keperluan kepindahan ku.”
“.....”
“entahlah, mungkin 2 minggu lagi aku akan berangkat
ke london.”
“.....”
“hmmm, secepatnya aku akan mengabari Ibu. Jika semua
keperluanku sudah terselesaikan.”
“.....”
“aku juga merindukan kalian”
“haruskah aku memberi tahu kyuhyun jika aku akan
pindah ke London dan melanjutkan kuliah ku disana. Memikirkannya membuat ku
pusing, sebaiknya aku menemui hyerim saja.” Ucap ku sendiri.
Kulangkahkan
kaki ku menuju rumah hyerim, aku sengaja tidak menghubunginya lebih dulu,
karena aku yakin jika aku menghubunginya lebih dulu dia akan menyuruh ku untuk
membelikan sesuatu. Bukan aku tidak mau membelikannya, hanya saja saat ini aku
sedang ingin berhemat.
Kini
sampailah langkah kaki ku ini didepan pintu rumah gadis itu.
“yeobosseo...”
“.....”
“aku didepan rumah mu sekarang, cepat bukakan
pintunya. Disini sangat dingin” pintah ku pada pemilik rumah.
“.....” selang beberapa detik, akhirnya pintu itu
terbuka.
“lama sekali” kesal ku
“ya..!!! sebenarnya yang bertamu disini siapa?
Kenapa kau marah – marah. Dasar kau...!!”
“mianheyo. Hyerim-ah, aku ingin membicarakan sesuatu
pada mu”
“mwo? Apakah itu sesuatu yang sangat penting?”
“hemm, aku akan pindah ke london. Orang tua ku
meminta ku untuk tinggal bersama mereka. Dan mungkin 2 minggu lagi aku akan
berangkat”
“secepat itu, kenapa kau baru memberitahu ku.
bagaiman dengan cho kyuhyun? Apa kau sudah memberi tahunya?”
“belum, mungkin aku tidak akan memberi tahunya. Aku
harus pulang, hanya itu yang ingin aku sampaikan.”
“kenapa terburu – buru? Bersantailah disini dulu,
aku akan mengambilkan minum untuk mu. Duduklah”
“kau aneh sekali, tidak biasanya kau mau repot –
repot mengambilkan ku minum.”
“terserah kau saja, kau mau aku ambilkan minum atau
tidak?”
“karena kau memaksa, baiklah.”
“aish, dasar kau!”
Hingga
beberapa menit menunggu, aku tidak menemukan batang hidung hyerim. Apa yang
terjadi padanya, benarkah dia ingin mengambilkan ku minuman, atau dia sedang
pingsan didalam sana. Akhrinya aku putuskan untuk mengahampirinya di dapur.
Baru beberapa langkah aku berjalan, aku merasakan sesorang sedang memeluk ku dari
belakang.
“si...si..apa kau?”
“baru beberapa jam kau meninggalkan ku, kau sudah
lupa siapa aku” deg, suara itu. Cho kyuhyun, ya dia cho kyuhyun yang sedang
memeluk ku.
“huffttt, kau mengagetkan ku saja. Sedang apa kau
disini? Dan, sejak kapan kau berada disini?”
“aku? Tentu saja mengunjungi rumah sepupu ku, dan
aku disini sudah sejak 2 jam yang lalu”
“sepupu? Tapi aku tidak pernah melihat mu kemari,
dan bukankah kau sedang bersama mantan kekasih mu tadi, bukan maksud ku kekasih
mu”
“yap, tadi aku sedang bersamanya. Tapi, saat kau
pulang aku juga pulang bersamanya. Kekasih? Dia bukan kekasih ku, kita memang
sudah berbaikan tapi kita tidak menjalin hubungan kembali. Benarkah kau aka
pindah ke london?”
“kyu bisakah kau melepas pelukan mu ini? Aku lelah
harus terus berdiri, dan dimana hyerim?”
“tidak, sebelum kau menjwab pertanyaan ku”
“kau datang lebih dulu dari pada aku, dan aku yakin
kau pasti sudah mendengar semua cerita ku. jadi, untuk apa aku menjawab
pertanyaan yang kau sendiri pu sudah mengetahui jawabannya. Sekarang lepaskan
aku!”
“baiklah, aku kalah.”
Saat
ini aku dan dia sedang duduk bersama di ruang tamu, tapi anehnya aku merasa
sangat canggung hanya untuk sekedar menanyakan apa yang terjadi antara dia dan
mantan kekasihnya itu.
Saat aku melihat ke arahnya, ternata dia sedang
melihat ku.
“apa yang kau lihat?”
“tidak ada”
“bolehkah aku bertanya pada mu?”
“kau ingin bertanya apa? Apa tentang hubungan ku dan
chaeri?”
Bagaimana
dia bisa mengetahui apa yang ingin aku tanyakan. Kali ini aku bungkam, aku
tidak berani menjawabnya.
“aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, dia
menyadarkan ku. karena, yang aku cintai
bukanlah dia. Dia bilang bahwa, cinta ku padanya hanyalah sebuah obsesi. Dan
kini aku juga menyadarinya.”
“lalu?”
“apa?”
“siapa yang kau cintai?”
“bagaimana kalau aku mencintai orang yang sedang
berada didepan ku ini?”
“jangan bergurau!”
“tidak, aku sedang tidak bergurau. Aku serius!”
“hahahahaha, kau membuat ku ingin tertawa”
“gadis ini! Apa kau akan tetap pindahke london?”
“yap, wae?”
“tidak isakah kau batalkan saja kepindahan mu itu?”
“tidak, sebelum kau meminta izin pada orang tua ku
untuk selalu menjaga ku!”
“baiklah, aku akan pergi ke London untuk meminta
izin pada orang tuamu untuk menjaga mu, bukan hanya itu tapi juga untuk menikahi
mu. Bagaimana?”
Dan
pembicaraan malam itu berlanjut hingga sang pemilik rumah mengusir kami, karena
pertengkaran kami. Kini penantian ku mendapat sebuah jawaban, walaupun aku
mendaptkannya terlambat.
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar