Kamis, 09 Oktober 2014

Broken





Hembusan angin pagi ini mampu membuat seluruh tubuh ku menggigil, kueratkan jaket yang kukenakan. Lembar demi lembar daun berjatuhan, bukan hanya dedaunan yang mampu dibuatnya terbang tak beraturan tapi juga helaian rambut ku juga mampu terbang kesana kemari.
Aku rasa akan turun hujan, kulangkahkan cepat kaki ini menuju halte bus. Jujur selama aku hidup ada beberapa hal yang sangat aku benci dan salah satunya adalah hujan. Ada banyak orang yang sangat menyukai hujan tapi tidak dengan ku. Tapi saat hujan turun ada banyak harapan dan do’a yang ingin ku sampaikan. Ku tengadahkan kepala ku, merasakan tetesan air yang turun dan hembusan angin.
Pria itu, aku bertemu dengannya lagi. Aku berharap dia tidak melihat ku, sungguh sangat memalukan jika dia melihat ku dengan keadaan yang sangat menyedihkan. Memory ku kembali mengingatkan ku pada saat pertama kali dia meminta ku untuk menjadi kekasihnya. Aneh memang, bahkan sebelumnya kita tidak saling kenal dan tiba – tiba dia meminta ku untuk menjadi kekasihnya. Dan saat itu juga aku dengan wajah polos dan bodoh dengan begitu saja mau menjadi kekasihnya tanpa berfikir terlebih dahulu.
Hari pertama saat kita menjadi sepasang kekasih memang terlihat sedikit kaku karna saat itu kita juga baru kenal. Hari terus berlalu sampai aku merasa bahwa dia sedang memanfaat ku, terkadang saat kita bertemu dikampus dia terlihat sangat dingin bahkan saat kita sedang bersama dia terlihat sangat tidak senang jika aku ada disampingnya. Tapi saat gadis itu berjalan di depan kami, sikapnya berubah dia sangat perhatian dan juga sangat manis.
Aku tak tahu apa mereka memiliki hubungan sebelumnya tapi yang aku tahu, sikap pria itu saat bersama ku dan saat ada gadis itu seolah – olah ingin membuat gadis itu cemburu. Tapi biarlah toh itu juga tidak ada hubungannya dengan ku.
dua bulan lebih aku menjalin hubungan dengannya. Hari ini hujan turun dengan sangat derasnya, kenapa hujan datang disaat waktu yang tidak tepat. Aku putuskan untuk menemui pria itu, aku ingin minta tolong padanya untuk mengatarkan ku pulang. Tapi dia bilang dia tidak bisa karena masih ada banyak tugas yang harus dikerjakannya.
Mungkin hari ini bukan hari keberuntungan ku. Bukankah itu wanita yang selalu menarik perhatian pria itu, sepertinya mobilnya mogok. Aku menghampirinya, ternyata benar mobilnya sedang bermasalah. Saat aku menghampirinya tadi dia mengajak ku untuk datang ke pestanya nanti malam.
Kini aku sudah berada di halaman depan pesta itu, aku mengenakan dress selutut berwarna putih tulang, dan rambut ku, aku biarkan terurai. Ku beranikan diriku untuk memasuki taman tempat pesta itu digelar, tapi tunggu dulu aku tidak datang sendiri aku ditemani oleh sahabat ku. Jujur, awalnya aku menolak untuk menghadiri acara itu. Karena aku kurang begitu menyukai keramaian, tapi sahabat ku memaksa ku untuk menghadiri acara itu.
Dan sekarang aku sudah berada di tempat itu, banyak pasang mata yang menatap ku heran. Dan ada juga yang hampir tidak mengenali ku, aku rasa dandanan ku tidak terlalu berlebihan tapi kenapa mereka idak mengenali ku. Baiklah aku akui bahwa saat dikampus aku tidak pernah berdandan. Mungkin karena kebiasaan ku sebagai seorang perempuan yang buruk itulah yang membuat mereka tidak mengenali perubahan ku saat ini.
Ku edarkan kedua pasang mata ku ke seluruh penjuru tempat pesta ini digelar, tapi aku tidak menemukan pria itu,hmmmm ku hembuskan nafas berat ku. Aku putuskan untuk pergi menuju taman belakang, aku dengar disana adaaa kolam kecil.
Saat perjalan menuju kolam itu, tanpa sengaja aku melihat pria itu. Dia sedang berdiri dan sesekali melirik jam yang bertengger sempurna ditangannya, aku rasa dia sedang menunggu seseorang.
Aku menghampirinya, tapi baru beberapa langkah aku berjalan. Aku melihat wanita itu sudah lebih dulu menghampiri kekasih ku, aku batalkan niat ku untuk menghampirinya. Dan menit berikutnya mereka sudah dalam percakapan yang menurut ku sangat sakit jika terus aku dengarkan.
Jadi benar dugaan ku selama ini, pria itu menjadikan ku sebagai kekasihnya hanya untuk membuat wanita itu cemburu. Aku memang gadis polos dan saking polosnya aku terlihat sangat bodoh. Tak kuat untuk mendengarnya lagi, aku pergi meninggalkan mereka. Tapi saat aku akan pergi meninggalkan mereka, aku menabrak seseorang dan saat itu juga dia langsung memeluk ku. Aku tidak tahu siapa dia tapi yang jelas saat ini aku sangat membutuhkan pelukannya untuk menyembunyikan suara tangis ku ini.
Dan semenjak kejadian malam itu, aku memutuskan untuk melepasnya dan sejak saat itu juga aku merubah diri ku. Aku bukan gadis polos yang dengan sangat mudah bisa di bodohi oleh pria itu lagi mungkin bukan hanya dia tapi pria manapun lagi.
Oh, ayolah Han Eun Joon jangan tunjukkan wajah bodoh mu di hadapannya. Ku langkahkan kaki ku untuk pergi meninggalkan halte bus itu, aku sudah tidak peduli dengan keadaan ku yang sudah basah kuyup, yang aku pedulikan saat ini hanya pergi menjauh dari laki – laki brengsek itu. Tapi  aku rasa ada seseorang yang mengikuti ku, aku percpat langkah ku, tapi sial orang itu sekarang sudah menyamai langkah ku, aku putuskaan untuk berhenti dan membalik tubuh ku untuk melihat siapa orang mengikuti ku.
Oh god, ternyata yang mengikuti ku laki – laki brengsek itu. Kini aku sudah di tepi jalanan, aku menunggunya untuk mengawali percakapan kami, tapi aku rasa dia terlalu gugup untuk memulainya.
“ apa yang sedang kau lakukan?”
“tidak ada”
“maksud ku, kenapa kau mengikuti ku?”
“aku hanya ingin mengatakn sesuatu hal padamu”
“ aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu dibicirakan” aku pergi meninggalkannya, tapi tangannya mencegah ku untuk pergi.
“aku tahu saat itu aku salah, dan aku ingin meminta maaf pada mu.”
“tidak ada yang perlu dimaafkan, aku rasa”
“aku mohon tolong jangan bersikap seperti ini padaku”
“yang membuat ku seperti ini itu kau, jadi jangan salahkan aku jika aku bersikap lebih dingin padamu. Maaf aku tidak ada waktu lgi, aku harus pergi” tangannya mencengkram tangan ku kuat.
“aku tidak akan melepaskan mu jika kau tetap seperti ini.”
“aku mohon tolong lepaskan tangan ku, apa kau tahu cengkraman mu itu sangat sakit” jawab ku sinis. Tapi dia tidak memperdulikan ku dan mencengkram tangan ku lebih erat lagi, baiklah aku menyerah.
“apa yang kau inginkan” tanya ku
“yang aku inginkan kau memaafkan ku, dan...... sebaiknya kita bicarakan di coffee shop itu”
“tidak perlu, disini saja”
“kau terlihat sangat pucat dan kedinginan, lebih baik kita bicarakan disana saja”
“aku bilang tidak perlu” berontak ku
“turuti keinginan ku atau akan kucium kau saat ini juga.” ancamnya
“baiklah” jawabku dingin. Percuma saja aku memberontak dan bersilat lidah dengannya karena nantinya aku juga yang akan kalah.
                Kini aku dan laki – laki itu sudah berada di coffe shop, dia pergi untuk memesan coffee. Tak ku pedulikan laki – laki brengsek itu, yang aku pedulikan saat ini bagaimana caranya agar aku bisa pergi dari sini.
“ini, minumlah” dia memberiku satu gelas coffee.
“cpatlah, aku tidak punya banyak waktu.”
“baiklah, maaf dulu saat aku memintamu untuk menjadi kekasih ku sebenarnya saat itu... aku ingin...”
“aku sudah tahu, jadi tak perlu kau katakan. Apa hanya itu, aku akan pergi”
“tidak, tunggu dulu. Ada yang ingin aku katakan lagi. Apa kita bisa seperti dulu dan memulai semuanya dari awal lagi?”
                Apa dia sudah gila, dia meminta ku untuk kembali bersamanya. Dan memulai semua dari awal, luka yang dia goreskan dihati ku masih belum kering dan sembuh tapi sekarang dia ingin aku bersamanya lagi. Jika dulu aku akan mengatakan iya dan tanpa berfikir dulu, tapi tidak dengan sekarang. Aku bukanlah wanita bodoh seperti dulu lagi.
“maaf, aku rasa aku tidak bisa.”
“aku mohon, tolong....”
“aku tidak bisa, aku pergi” kulangkahkan kaki ku cepat, sebelum dia berhasil mengejarku.
Mungkin memang seperti ini kisah cinta ku, aku tidak akan pernah bisa menggantikan pesona kyuhyun dengan orang lain. Bahkan pesona donghae yang saat itu menolong ku saat aku menangis masih belum bisa mengalahkan pesona kyuhyun. Tapi aku juga tidak bisa untuk bersamanya lagi, luka yang dia buat masih belum sembuh, tapi sekarang dia meminta ku untuk kembali. Dan aku tidak akan terjerumus dalam lubang yang sama, aku tidak akan membiarkannya menabur garam dalam luka ku yang masih belum sembuh ini.
FIN
Maaf jelek, maklum masih pemula ^_^
Sarannya dong... ^_^
#MySunTaeYang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar